Yustitia Angelina, Resume Buku “Raja yang Baik Hati”

oleh -224 views
MARKETPLACE

Pada zaman dahulu hiduplah seorang janda dengan anak laki – lakinya yang masih kecil. Mereka hidup sederhana disebuah gubuk tua yang berada dekat dengan kerajaan.

Walau Nampak tua gubuk tersebut sangat terawat, bahkan kayu yang digunakan untuk membuat gubuk tersebut berasal dari kayu pilihan.

Sebulan sekali pihak istana akan memberi bahan makanan unyuk menyumbangkan kelangsungan hidup si janda dan putranya. Kerajaan tersebut dipimpin oleh raja yang baik, arif, bijaksana, dan juga sangat dekat dengan rakyatnya.

Setiap sore di istana akan ada banyak anak – anak yang bermain di halaman istana, termasuk anak dari si janda. Karena dia miskin dia hanya memiliki mainan yakni sebuah nyamuk yang diikat dengan tali yang selalu dia bawa kemanapun. Suatu hari karena terlalu senang bermain si anak tidak sadar kalau hari mulai gelap, akhirnya dia memutuskan untuk pulang agar tidak dimarahi oleh ibunya.

Sebelum pulang dia bertemu dengan sang Raja yang menitipkan nyamuknya kepada sang Raja. Raja berkata untuk mengikat nyamuk itu ditiang istana.

Ketika pagi, si anak kembali ke istana, namun dia tidak bisa menemukan nyamuknya. Dia melihat di samping tiang ada seekor ayam jantan, dia berpikir bahwa nyamuknya dimakan oleh ayam tersebut.

Akhirnya si anak mengadu kepada Raja, dan Raja pun memberikan ayam jantan kerajaan itu kepada si anak untuk menggantikan nyamuknya.

Si anak merasa senang, dan tak lupa juga dia mengikat juga ayam tersebut. Saat sedang bermain, tanpa disadari ternyata ayam jantan tersebut terlepas dari ikatannya.

Ayam jantan tersebut pergi ke ibu – ibu yang sedang menumbu padi di lesung. Karena kesal dengan ayam tersebut yang selalu naik ke lesung untuk mematuk padi, salah satu dari ibu – ibu  tersebut menumbuk ayam itu dengan lesung hingga ayam itu mati.

Si anak sedih dan dia pun mengadukan hal tersebut kepada sang Raja. Lalu Raja mengatakan kepada si anak untuk membawa pulang lesung tersebut sebagai ganti dari ayam yang mati tadi.

Si anak kembali menitipkan lesung tersebut kepada Raja. Raja menyuruhnya untuk menyandarkan lesung itu dibawah pohon yang ada di halaman istana.

Saat ingin mengambil lesungnya kembali, anak itu sangat terkejut karena lesungnya sudah patah, disampingnya terdapat buah nangka, dan anak itu berpikir bahwa buah nangka tersebut jatuh dari pohon dan menimpa lesungnya.

Si anak mengadukan hal tersebut kepada Raja, dan Raja menyuruh anak tersebut untuk membawa pulang nangka tersebut sebagai ganti dari lesungnya yang patah.

Karena hampir malam anak tersebut tidak bisa membawa pulang buah nangkanya dan kemudian dia menitipkan kembali buah tersebut kepada raja.

Raja menyuruh si anak untuk menaruh nangkanya di samping pintu dapur istana. Karena bau buah nangka itu sangat menggoda, itu membuat putri raja yang seumuran dengan anak si janda, sang putri ingin memakan buah nangka tersebut.

Dia mencarinya dan setelah ketemu dia menyuruh pelayan istana untuk membelah nangka tersebut agar bisa dimakan.

Pagi harinya si anak kembali untuk mengambil nangkanya, namun dia melihat di tempat sampah istana sudah terdapat biji nangka yang terbuang, dia sadar kalau nangka tersebut sudah dimakan seseorang. Kemudian dia mengadukan hal tersebut kepada sang Raja lagi.

Sang Raja berkata bahwa nangkanya telah habis dimakan oleh putrinya oleh karena itu raja memberikan putrinya kepada si anak laki – laki tersebut.

Karena masih terlalu kecil sang anak tidak mengerti maksud dari perkataan sang Raja. Setelah beranjak dewasa sang Raja akhirnya menikahkan mereka berdua dan hidup bahagia bersama di istana begitu pula dengan ibu si anak, yaitu si janda.

Raja Yang Baik Hati

Judul buku : Kumpulan Cerita Rakyat 33 Provinsi

Penulis : Yustitia Angelina

Penerbit : Lingkaran Media

Halaman : 128

Sinopsis oleh : Vanesa Kurnia Lutfitasari

Kelas : 5 SD

Umur : 10 tahun

Alamat : Keplekan, Rt.02/07, Selorejo, Girimarto (Sanggar Baca Rejo Pintar)

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments